Minggu, 08 Mei 2016

MURBEY

MURBEY



Murbei disebut  Morusalba L  atau Morus indica L.  termasuk ke dalam famili tumbuhan  Moraceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah  murbei,  kerto atau kitau.      

SIFAT KIMIAWI :
Tumbuhan ini  kaya dengan kandungan kimia,  yang sudah diketahui antara lain : alkaloida,  flavonoida dan polifenol.


AnchorEFEK FARMAKOLOGIS :
Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat ;
rasa dingin, diuretik, anti demam dan anti hipertensi.

BAGIAN TANAMAN YANG DIGUNAKAN :
Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan daun, segar.   

PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :

1. Peluruh air  seni.  Daun segar 30 gram direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit mendidih, dinginkan, diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sehari dua kali sama banyak.

2. Demam.  Daun segar 50 gram direbus dengan 3,5 gelas air selama 15 menit mendidih, dinginkan, diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sehari tiga kali sama banyak.    

3. Malaria.  Daun segar 50 gram direbus dengan 3 gelas air selama 15 menit mendidih, dinginkan, diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sehari tiga kali sama banyak.

http://ichastore.com/2/ARTICLES
4. Tekanan darah tinggi.    Daun segar 30 gram direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit mendidih, dinginkan, diperas dan disaring. Hasil saringan diminum sehari dua kali sama banyak.

Sumber : tanaman obat.com

MAHKOTA DEWA (PHALERIA MACROCARPA (SCHEFF) BOERL )

MAHKOTA DEWA (PHALERIA MACROCARPA (SCHEFF) BOERL )



Mahkota dewa adalah tanaman perdu yang tingginya sekitar 3-4 meter, batang bergetah terdiri dari kulit dan kayu.  Warna kulit batang cokelat kehijauan, sedangkan batang kayu putih, berakar tunggang.

Daun mahkota dewa sepintas mirip dengan daun jambu air mawar, perbedaannya , daun mahkota dewa lebih ramp[ing dsn bertekstur lebih jelas, permukaan daun licin dan tidak berbulu.  Buah mahkota dewa memiliki ukuran bervariasi, mulai dari sebesar bola pingpong dengan diameter 3 Cm hingga sebesar apel dengzn diameter 6 Cm, warna kulit buah masih muda hijau, setelah tua berwarna merah, semakin tua warna kulit buah bertambah gelap. Daging buah berwarna putih dan berasa sepat.

Bagian tanaman mahkota dewa yang berkhasiat obat adalah daging buahnya yang mengabdubg alkaloid, tannin, flavonoid, fenol, saponin, lignan, minyak astiri dan sterol.   Senyawa lignan baru yang terdapat pada ekstrak daging buah mahkota dewa berfungsi sebagai anti kanker dan anti oksidan.

Manfaat ramuan mahkota dewa

Ramuan mahkota dewa dipercaya bias mengobati berbagai penyakitr, seperti tumor, kanker, diabetes mellitus, hepatitis, hipertensi, jantung dan gangguan ginjal.

1.         Kanker dan Tumor ( kanker rahim )

Ambil daging mahkota dewa kering 5 gram, temu putih kering 15 gram, sambiloto kering 10 gram, cakar ayam kering 15 gram, kemudian dicuci bersih dan direbus dengan 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas, ramuan diminum 3 kali sehari satu jam sebelum makan.

2.         Eksim.

Ambil daun mahkota dewa segar 25 gram, mamba segar 25 gram, sambiloto segar 20 gram, belerang secukupnya, semua bahan dicuci kemudian ditumbuk sampai halus dan ditempelkan pada bagian yang sakit, bila kering diganti dengan yang baru.

3.         Diabetes mellitus.

Ambil daging mahkota dewa kering 5 gram, brotowali kering 7 gram, sambiloto kering 10 gram, kunyit kering 7 gram, kemudian dicuci bersih dan direbus dengan 7 gelas air hingga tersisa 3 gelas, ramuan diminum 3 kali sehari satu jam sebelum makan.

4.         Hipertensi.

Ambil daging mahkota dewa kering 5 gram, sambiloto kering 10 gram, pegagan kering 7 gram, kemudian dicuci bersih dan direbus dengan 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas, ramuan diminum 2 kali sehari satu jam sebelum makan.

5.         Hepatitis.

Ambil daging mahkota dewa kering 5 gram, sambiloto kering 10 gram, temulawak kering 10 gram, mamba kering 10 gram, kemudian dicuci bersih dan direbus dengan 5 gelas air hingga tersisa 3 gelas, ramuan diminum 2 kali sehari satu jam sebelum makan.

6.         Rematik dan asam urat.

Ambil daging mahkota dewa kering 5 gram, kumis kucing kring 10 gram, brotowali kering  7 gram, ganda rusa kering 10 gram, kemudian dicuci bersih dan direbus dengan 7 gelas air hingga tersisa 2 gelas, ramuan diminum 2 kali sehari satu jam sebelum makan.

Sumber : Penebar Swadaya seri Agri sehat.

Managemen Dasar Penggemukan Ternak Kambing atau Domba agar Menguntungkan

Kelihatannya seperti asing dan terkesan jelimet dengan hadirnya kata ‘managemen‘. Penggunaan kata ‘managemen’ sebenarnya sih pertama, agar sedikit terlihat agak keren lah. Kedua, kata managemen lebih menggambarkan keseluruhan rangkaian kegiatan dalam memelihara kambing atau domba. Maksudnya gimana nih ?
Managemen secara singkat  dapat diartikan sebagai rangkaian kegiatan yang dilakukan, dimana didalamnya terdapat kegiatan penentuan target, perencanaan, pelaksanaan, pengawasan atau pemeliharaan, evaluasi kegiatan, dan tindakan yang diperlukan agar tujuan dari keseluruhan kegiatan tercapai. Terus hubungannya dengan kambing atau domba bagaimana ? Yaa…anda tinggal gabungkan saja maksudnya gimana, enteng kan ? Jadi singkatnya, meskipun kita ‘hanya’ memelihara kambing atau domba, kita tetap harus alias musti memiliki perencanaan dan pelaksanaan pemeliharaan yang terkendali agar tujuan kita memelihara ternak tercapai. Just it’s…

dombaNah, berikut saya mau bagi-bagi pengalaman mengenai Managemen dasar memelihara ternak kambing atau domba, secara garis besar saja ya supaya tidak boringmembacanya.
Daging kambing, memiliki pangsa pasar sangat luas, demand atau permintaan pasar pun makin tinggi dari tahun ke tahun tanpa bisa diimbangi oleh supply yang memadai. Oleh karena itu, jangan heran apabila harganya pun naik melesat tinggi dari tahun ke tahun.  Apabila usaha ternak kambing atau domba menjadi salah satu pilihan anda, jangan pernah takut hasil ternak anda tidak laku dijual.
Bagi anda yang baru akan memulai ternak kambing, coba simak dulu deh tulisan berikut siapa tahu ada bagian yang anda lewatkan.  Dan bagi yang sudah dan sedang memulai, anggap saja tulisan ini sebagai bahan studi banding atau pelengkap pengetahuan anda.
Pada dasarnya, ada beberapa faktor yang perlu kita perhatikan dalam usaha ternak kambing/domba.  Berikut adalah beberapa faktor tersebut :

A. Penentuan Lokasi Ternak/Kandang

Lokasi ternak harus menjadi pertimbangan awal sebelum anda memulai.  Berikut ada beberapa faktor yang setidaknya harus menjadi perhatian

1. Teduh

Artinya ternak harus terlindung dari terpaan sinar matahari langsung secara berlebihan, tapi bukan berarti di tempat yang gelap (hehehe…). Teduh berarti kandang terutama ternak mendapat naungan yang teduh tapi cukup mendapat sinar matahari.

2. Sirkulasi udara lancar dengan suhu udara 35 C

Kandang atau tempat ternak diatur posisi lokasinya dengan sirkulasi udara yang dapat mengalir dengan baik. Sirkulasi udara yang baik memungkinkan ternak selalu mendapatkan udara yang segar dan suhu lingkungan pun dapat tetap terjaga.

3. Suasana Tenang

Bukan hanya kita manusia yang memerlukan suasana tenang, hewan ternak kita pun memerlukannya.  Suasana yang tidak tenang akan dengan mudah menyebabkan hewan ternak stress, sulit makan, dan mudah terserang penyakit.

4. Mendapat sinar matahari yang cukup

Lihat poin no.1

5. Bersih

Bersih pangkal sehat, semboyan ini berlaku juga untuk ternak berikut kandangnya.  Faktor kebersihan kandang ini rata-rata sering diabaikan oleh kebanyakan para peternak, padahal faktor ini sangat penting.  Kondisi kandang yang kotor merupakan tempat yang potensial tumbuhnya patogen atau sumber penyakit.  Kalau nantinya penyakit tersebut menyerang ternak, yang repot dan rugi adalah kita juga.  Kebersihan kandang dan lingkungan, selain untuk kepentingan kesehatan ternak, juga penting untuk kesehatan manusia dan makhluk hidup di sekitarnya.
Sebaiknya lakukan kegiatan membersihkan kandang dan lingkungan sekitar secara rutin.  Misalnya seminggu sekali, termasuk hewan kita.  Sediakan pula tempat khusus yang jaraknya cukup jauh untuk menyimpan limbah ternak.  Hindari tempat penyimpanan sementara limbah atau kotoran ternak yang terlalu dekat dengan kandang apalagi terlalu dekat dengan lokasi penyimpanan pakan.

B. Kandang

Bentuk dan ukuran kandang harus anda perhitungkan dengan mempertimbangkan jumlah hewan kambing atau domba yang akan diternak.  Pertimbangan lain yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kandang adalah juga sirkulasi udara, naungan yang memadai, kemudahan dalam memasukkan dan mengeluarkan hewan, kemudahan dalam pemberian dan konsumsi pakan, tersedia penampungan feses atau kotoran ternak berikut penampungan air seni hewan.
Luas kandang memperhitungkan luas area yang dibutuhkan oleh sejumlah hewan yang akan kita ternak.  Secara umum, untuk ternak kambing sejumlah  ekor, dibutuhkan luas kandang  meter persegi.  Sebagai gambaran, sebuah kandang dengan 10 ekor kambing/domba dewasa memerlukan :
  • Panjang  :  300 cm
  • Lebar      :  150 cm
Anda bisa lihat nih foto kandang berikut sekedar buat contoh (sumber : sanjausaha)
jenis-kandang-kambingBentuk kandang yang standar adalah :
  • Berbentuk panggung
  • Ada tempat penampungan feses atau kotoran
  • Terdapat penampungan urine/air seni/air kencing
  • Tempat pakan dan minum
Secara umum, material yang dibutuhkan untuk membuat sebuah kandang adalah : kayu, bambu, papan, atap dari asbes/genteng, batu bata dan pasir, dan paku

C. Pemilihan Bibit/Seleksi sesuai kriteria

Tentukan kambing atau domba jenis apa yang akan anda ternak.  Terdapat banyak jenis dan varian kambing atau domba di Indonesia.  Pilih berdasarkan tingkat pertumbuhan, biaya yang tersedia, dan juga kemudahan untuk mendapatkannya.  
Setelah ditentukan kambing atau domba jenis yang mana, tahap selanjutnya adalah seleksi bibit, ini perlu dilakukan agar hasil ternak terutama usaha penggemukan dapat berhasil.  Ciri-ciri berikut dapat anda pakai pada saat melakukan pemilihan bibit ternak :
  • Sehat
  • Mata terlihat cerah
  • Bulu sehat
  • Tidak ada cacat
  • Tidak terlihat indikasi terkena serangan penyakit
  • Mulut lebar, besar dan memanjang
  • Perut tidak buncit
  • Kerangka besar dan melebar
  • Punggung lurus dan memanjang
  • Cukup umur antara 4 s.d 8 bulan

D. Pemeliharaan

Pemeliharaan meliputi :
  1. Pembuatan Pakan Ternak.  
  2. Pemberian suplemen .
  3. Menjaga kebersihan lingkungan, kandang, tempat pakan, tempat minum, tempat penampungan limbah ternak.
  4. Mengenali ciri-ciri penyakit ternak dan cara pencegahan serta pengobatannya. Untuk yang satu ini akan kita bahas pada tulisan berikutnya.http://ichastore.com/2/ARTICLES

Peluang Usaha Ternak Lele dengan Kolam Terpal

Usaha ternak atau budidaya ikan lele memang masih menjadi daya tarik dan banyak diminati masyarakat Indonesia, 
Naah,…salah satu dari beberapa kemudahan teknik budidaya ikan lele ini adalah sifatnya yang tidak memerlukan persyaratan khusus tempat atau kolam pemeliharaan. Berangkat dari hal tersebut, maka berkembanglah sistem budidaya ikan lele dalam kolam menggunakan terpal.  Mari kita analisa keunggulan dan peluang usaha ternak lele dengan sistem kolam terpal tersebut…

Keunggulan Kolam Terpal dalam Budidaya Lele

Berikut adalah beberapa keuntungan dari teknik budidaya ikan lele dengan menggunakan kolam terpal

1. Menambah Peluang Baru Budidaya di Lahan yang Terbatas

Pada awalnya, budidaya ikan lele banyak dilakukan di kolam-kolam konvensional seperti kolam tanah, kolam tembok, kolam beton, atau bahkan di kolam yang terbuat dari fiber glass. Namun seiring makin berkembangnya teknik budidaya, maka berkembang teknik budidaya lele dengan memanfaatkan terpal, atau dikenal dengan nama kolam terpal.
Kolam terpal sebagai tempat budidaya lele awalnya banyak berkembang di daerah Pantura Jawa Barat sebelum akhirnya berkembang menyebar ke daerah lainnya termasuk ke luar Pulau Jawa.
Pada perkembangan selanjutnya, teknik kolam terpal ini malah disukai oleh masyarakat perkotaan, teknik ini sangat disukai karena cocok dilakukan tanpa memerlukan lahan yang luas, bahkan bila perlu lahan bekas garasi mobil saja bisa dimanfaatkan, atau pekarangan sempit di belakang rumah.

2. Teknik Praktis namun Memiliki Tingkat Keberhasilan Tinggi

  • Proses pembuatan kolam terpal tergolong sangat praktis dan mudah.  Pengerjaan pembuatannya mungkin hanya dibutuhkan beberapa jam saja.  Jauh berbeda dengan misalnya kalau kita mempersiapkan kolam tanah atau kolam tembok, waah…hitungannya berhari-hari.contoh kolam terpal lele
  • Waktu produksi lebih cepat.  Kolam terpal setelah panen hanya cukup dibersihkan dan diisi air baru.  Berbeda dengan kolam konvensional yang perlu waktu kurang lebih seminggu agar bisa digunakan kembali, mengingat tanah harus diolah, dijemur, dan dikeringkan.
  • Pemakaian air lebih irit
  • Berdasarkan beberapa hasil penelitian (menurut para ahli..lho), tingkat kelangsungan hidup atau SR (survival rate) lele yang dipelihara dalam kolam terpal dapat mencapai 80%, ini lebih tinggi dibandingkan bila di kolam konvensional yang hanya 50-60%.
  • Posisi kolam terpal bisa dipindah
  • Kolam terpal apabila tidak dipakai bisa dilipat untuk digunakan kembali lain waktu.

3. Cocok untuk Kawasan atau Daerah yang Kritis Air

Teknik ini memungkinkan budidaya dapat dilakukan pada daerah yang supplai airnya kurang atau jauh.  Teknik ini tidak memerlukan air yang mengalir dan dapat mengurangi resiko kebocoran-kebocoran air seperti yang biasa terjadi pada kolam konvensional.

4. Keuntungan Teknis dan Finansial

  • Secara teknis, banyak kemudahan dengan budidaya menggunakan kolam terpal.  Mulai dari teknis pembuatan, pemeliharaan sampai ke tahap pasca panen relatif lebih mudah dibandingkan kolam konvensional.
  • Pencegahan dan pengendalian hama maupun penyakit lebih mudah sehingga persentase SR lebih tinggi dibandingkan pada kolam biasa.
  • Hal tersebut tentu saja akan berkorelasi dengan biaya yang harus kita keluarkan.  Biaya yang harus dikeluarkan, secara sederhana apabila kita bandingkan akan jauh lebih murah dibandingkan kolam tembok atau tanah.

5. Kualitas Produk lebih Diminati

Hasil budidaya lele dalam kolam terpal akan menghasilkan ikan lele yang tidak berbau ‘lumpur’, yang mana bau lumpur tersebut biasanya dihasilkan dari budidaya lele dengan kolam tanah atau tembok.  ‘Bau lumpur’ ini rata-rata ternyata menurunkan selera makan para konsumen, sehingga rasa asli ikan lele yang gurih pun tidak dapat dinikmati.

Pembuatan Kolam Terpal

Pada prakteknya, terdapat dua jenis kolam terpal berdasarkan tempat dimana pembuatan dan penyimpanan kolam terpal dilakukan.  Kolam terpal jenis pertama adalah kolam terpal yang ditanam di dalam tanah dan jenis ke-dua kolam terpal yang dibuat di atas permukaan tanah.

1. Kolam Terpal dalam Tanah

Kolam terpal dalam tanah dibuat dengan cara menggali tanah berbentuk persegi seperti akan membuat kolam tanah dengan kedalaman biasanya 50 cm. Kemudian terpal dimasukkan mengikuti ukuran kolam yang sudah dibuat.  Tanah bekas galian dimasukkan karung untuk dijadikan tanggul di bibir kolam.
Kelebihan dari kolam terpal jenis ini adalah suhu air di dalam kolam dapat lebih stabil terhadap pengaruh suhu udara.  Kekurangannya adalah kolam ini tidak portable atau knock down serta tidak mungkin berpindah-pindah…hehe

2. Kolam Terpal di atas Permukaan

Jenis kolam terpal ini yang paling banyak digunakan.  Selain praktis, juga sangat fleksibel.  Jenis kolam terpal ini mungkin yang paling banyak diaplikasikan.  Cara pembuatannya secara garis besar adalah sebagai berikut :

Bahan-bahan yang dibutuhkan :

a. Terpal Plastik
Banyak jenis terpal yang beredar, pada umumnya yang dipakai adalah terpal plastik yang biasa digunakan untuk atap tenda.  Pada pemilihan jenis terpal ini tidak ada syarat khusus, yang penting terpal memiliki ketebalan dan kekuatan yang memadai untuk menahan tekanan air dan tidak terlalu mudah sobek.  Pintar-pintar memilih, karena ketebalan terpal plastik cukup bervariasi pula, dan ini sangat berhubungan erat dengan kekuatan dan ketahanan terpal.  Anda tidak mungkin mau kan…bila setiap selesai panen harus selalu ganti terpal.
Perhatikan dan hitung kebutuhan ukuran luas terpal yang akan digunakan. Pertimbangannya adalah ukuran terpal plastik siap pakai yang ada di pasaran terdapat beberapa ukuran, mulai dari 4 x 6 meter sampai ada yang berukuran 6 x 10 meter.  Ukuran terpal plastik di setiap daerah mungkin sedikit berbeda-beda.  Beberapa jasa konveksi ada pula yang menyediakan terpal plastik dengan ukuran sesuai permintaan, namun tentunya akan lebih mahal harganya.  Pada intinya, ukuran terpal plastik sangat berhubungan erat dengan ukuran luas dan kedalaman kolam yang akan kita buat.
b. Bambu atau Kayu untuk Kerangka Kolam
Bahan bambu atau kayu digunakan untuk kerangka kolam, bahan lain yang bisa dipakai adalah besi, namun tentunya modal yang harus disiapkan lebih tinggi.
Pilihan bahan dan ukuran bambu atau kayu tidak ada ketentuan pasti.  Tapi yang pasti, untuk setiap sudut (untuk patok atau tiang utama) diperlukan ukuran yang lebih besar agar lebih kuat.  Misalnya menggunakan bambu berdiameter minimal 7 cm atau balok kayu ukuran 6 x 8.
c. Bambu atau Papan Kayu untuk dinding dan dasar kolam penahan terpal
d. Paralon
Paralon diperlukan untuk mengatur ketinggian air (sistem overflow) dan untuk mempermudah pada saat membuang air kolam. Ukuran paralon yang dipakai biasanya diameter 2″ atau 3″, tergantung pada luas kolam anda, mungkin saja anda menggunakan diameter 4″ karena kolam cukup luas.
e. Pagar dan atap kolam
Ini diperlukan untuk melindungi kolam dari hama atau binatang.  Bahannya dapat anda pilih, memakai plastik, waring atau bahan-bahan yang tersedia disekitar anda.

Pembuatan Kolam Terpal

Tidak diperlukan keahlian secara khusus pada saat membuat kolam terpal.  Namun apabila anda kurang yakin, anda bisa melibatkan tukang kayu, terutama pada saat pembuatan kerangka kolam.  Secara garis besar ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan :
a. Persiapkan peralatan pertukangan, seperti gergaji, palu, ketam, paku dan golok.
b. Pemilihan tempat.
Pastikan lokasi mudah dijangkau atau dekat sumber air, atau setidaknya air dapat dialirkan ke kolam melalui bantuan selang air.
c. Lahan atau tempat yang akan digunakan harus bersih dari benda-benda tajam seperti batu, dan lakukan pembersihan dari rumput dan pepohonan yang terlalu rimbun yang dapat mengganggu masuknya sinar matahari.
d. Beri tanda ukuran kolam yang akan dibuat, misalnya memakai benang atau sejenisnya. Apabila akan membuat lebih dari satu kolam, perhatikan jarak antar kolam.  Jarak antar kolam ini diperlukan untuk mempermudah pada saat mulai pemeliharaan maupun panen.
e. Pasang patok atau tonggak utama dari balok kayu atau bambu di setiap sudut.  Untuk memperkuat kolam, tambahkan  beberapa patok di setiap sisi dengan jarak per 1 meter.
f. Memasang kerangka dinding dan dasar kolam. Lakukan pemotongan kayu kaso atau bambu sesuai ukuran kolam untuk membentuk rangka.  Dasar kolam dibuat lebih tinggi agar terpal plastik tidak langsung bersentuhan dengan lantai tanah atau tembok.  Gunakan paku 5 atau 7 untuk menyambung bahan membentuk kerangka.  Posisi lantai atur miring ke salah satu sisi, tujuannya agar pada saat panen, menguras dan membersihkan air kolam lebih mudah.
g. Memasang dinding dan lantai kolam. Gunakan papan kayu atau potongan bilah bambu untuk disusun membentuk dinding dan lantai.  Usahakan papan atau bilah bambu permukaannya halus, hal ini untuk mencegah terpal rusak atau sobek karena permukaan dinding atau lantai kasar atau tajam.
h. Letakkan paralon beserta knee  secara horisontal pada sisi kolam terendah, tujuannya untuk pembuangan air.
i.  Memasang terpal.  Lakukan pemasangan terpal plastik dengan baik, hati-hati dan rapi cukup rapat ke permukaan dinding dan lantai.  Bagian sudutnya kemudian dilipat dengan rapi.  Pada bibir kolam atas, terpal bisa dijepit dengan papan atau bilah bambu agar terlihat rapi dan posisi terpal stabil.
j. Pada bagian paralon pembuangan, lubangi terpal dengan bentuk silang atau bintang agar dapat dibuat sambungan menggunakan knee atau sambungan paralon.
k. Isi kolam terpal yang sudah jadi tersebut dengan air kurang lebih 1/3-nya, periksa apakah ada yang bocor di bagian dasar  atau dinding bawah kolam.  Perbaiki dan lakukan penambalan bila terjadi kebocoran.  Lanjutkan pengisian dengan air sambil terus diperiksa dan amati, baik kebocoran maupun kekuatan kolam terhadap tekanan air.http://ichastore.com/2/ARTICLES

Mengenal Jenis, Karakter, Penyebaran dan Pemanfaatan Tanah Pertanian di Indonesia

Sumber tulisan untuk materi ini diambil dan diolah dari berbagai sumber dan merupakan pengetahuan dasar pelengkap, sehingga diharapkanCapturesetidaknya kita ‘agak mengenal’ mengenai jenis dan karakter tanah yang ada disekitar kita dan mengetahui pemanfaatannya dengan tepat.
Mengetahui jenis, karakter, penyebaran tanah di suatu wilayah akan sangat membantu karena dengan demikian dapat ditentukan beberapa hal sebagai berikut :
  1. Menentukan tujuan pemanfaatan tanah, apakah layak untuk pertanian atau lebih memiliki nilai pemanfaatan lain, misalnya untuk konservasi hutan atau wisata alam.
  2. Menentukan jenis tanaman yang paling cocok ditanam di tempat tersebut.
  3. Mengetahui potensi jenis serangan hama dan penyakit.
  4. Melakukan langkah yang tepat pada saat pengolahan tanah berdasarkan sifat kimia tanah tersebut. Misalnya untuk menentukan pemberian  jenis pupuk dan jumlahnya dengan lebih tepat.

Peta Tanah

Penyebaran jenis dan karakter tanah di suatu daerah, biasanya disusun dalam suatu bentuk Peta Tanah. Peta ini sangat berguna bagi para petani dan telah disusun berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan langsung (observasi) di lapangan.  Para pengambil kebijakan sebaiknya mempertimbangkan pula penyebaran jenis tanah berdasarkan Peta Tanah yang telah dibuat.  Jangan sampai suatu wilayah dengan potensi tanah dapat menghasilkan produk pertanian unggulan, malah dijadikan lokasi perdagangan dalam Master Plan-nya.  Peta Tanah dibuat secara berjenjang, misalnya Peta Tanah seluas wilayah kabupaten atau kecamatan, seperti contoh berikut ini :
peta tanah 1peta tanah 2peta tanah 3Pemetaan tanah, juga sudah seyogiyanya disosialisasikan secara luas kepada setiap pihak yang berkepentingan, terutama para petani kita.

Arti Penting Tanah

Siapa yang tidak kenal dengan yang namanya ‘tanah’.  Tanah mungkin sesuatu yang termasuk memiliki ‘martabat rendah’…hehe.  Bayangkan,…berjuta-juta orang menginjaknya setiap hari, dari dulu hingga sampai entah kapan.
Namun meskipun diinjak setiap hari, saya jamin tidak semua orang mengetahui dengan ‘agak mendalam’ mengenai tanah itu sendiri.  Oleh karena itu, mari kita mulai berkenalan…Pada dasarnya, tanah merupakan suatu lapisan yang berada di permukaan bumi, berbentuk padat (tetapi bukan batuan), dengan penyebaran secara horizontal dan vertikal yang berbeda untuk satu daerah dengan daerah yang lainnya. Tanah sangat mendukung berbagai aktivitas kehidupan manusia dan organisme lainnya. Sehingga dapat kita katakan, tanpa adanya tanah, hampir semua aktivitas kehidupan manusia di dunia akan terganggu.
Pengertian tanah bukanlah hal yang baku. Pengertiannya akan selalu berbeda antara satu orang ahli dengan yang lainnya tergantung kepada profesi dan sejauh mana hubungan manusia tersebut dengan tanah. Bagi seorang ahli ilmu tanah, tanah adalah suatu lapisan bahan alami yang terbentuk akibat adanya pengaruh-pengaruh seperti iklim, organisme, batuan induk, topografi, dan waktu. Adanya perbedaan setiap faktor juga menyebabkan perbedaan jenis dan karakteristik tanah yang dibentuk. Dan bagi seorang ‘makelar tanah’, mungkin tanah merupakan sesuatu yang bisa diperjualbelikan dan dapat mendatangkan keuntungan…hehe
Dalam bidang pertanian, tanah lebih diidentikkan pengertiannya dengan tempat atau media tumbuh tanaman. Hal ini karena paling tidak tanah memiliki empat fungsi utama:
  1. Merupakan tempat tumbuh dan berkembangya perakaran yang memungkinkan tanaman tumbuh tegak dan mendapatkan nutrisi makanan.
  2. Tanah merupakan penyedia kebutuhan pokok tanaman seperti air, udara, dan beberapa nutrisi yang sangat dibutuhkan tanaman untuk tumbuh, bekembang, dan menghasilkan.
  3. Penyedia kebutuhan sekunder yang berfungsi untuk menunjang metabolisme tanaman seperti zar pengatur tumbuh, enzim, dan antibiotik.
  4. Habitat biota tanah yang seringkali menunjang pertumbuhan tanaman.
Seperti telah disebutkan di atas, tanah memiliki penyebaran secara vertikal dan horizontal. Penyebaran vertikal hanya dipengaruhi oleh jenis tanah. Penyebaran secara horizontal disebabkan oleh perbedaan keadaan iklim, topografi, bahan batuan induk, organisme, dan waktu yang menyebabkan setiap daerah memiliki jenis dan karakter tanah yang juga berbeda-beda. Perbedaan jenis tanah juga akan menyebabkan perbedaan pemanfaatan untuk pertanian karena setiap tanaman memiliki syarat tumbuh yang berbeda-beda berkaitan dengan sifat dan kerakter tanah. Makanya anda jangan heran, berdasarkan hal inilah di Indonesia di setiap daerah memiliki tanaman khas-nya masing-masing. Anda pasti tahu kan, ubi rasa madu dari daerah Cilembu yang disebut ‘Ubi Cilembu’, dan yang lainnya seperti Salak Pondoh, Nenas Subang, Talas Bogor, Apel Malang, dan masih banyak lagi. Dan bersyukurlah, ternyata Indonesia memang kaya dengan beragam jenis tanaman unggulan.http://ichastore.com/2/ARTICLES

Selasa, 03 Mei 2016

Sedia Pupuk Organik Untuk Kelepa Sawit Di Papua Barat || 081280022004 - 082111016466

Kami distributor resmi dari PT Natural Nusantara menyediakan Pupuk Organik untuk Perkebunan Kelapa Sawit anda...
Untuk penggunaan aplikasi silahkan klik di https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=609078049249082&id=594440817379472 
atau info produk klik di http://ichastore.com/kategori/5/Produk-Pertanian  

Febiyan Aries Prasetyo :
- 0812 8002 2004
- 0821 1101 6466

BBM : 757A 4E18 - 7C6DF636
Whatsapp : 081280022004 - 082111016466

# Kabupaten Fakfak
# Kabupaten Kaimana
# Kabupaten Manokwari
# Kabupaten Manokwari Selatan 
# Kabupaten Maybrat
# Kabupaten Pegunungan Arfak 
# Kabupaten Raja Ampat
# Kabupaten Sorong
# Kabupaten Sorong Selatan
# Kabupaten Tambrauw
# Kabupaten Teluk Bintuni
# Kabupaten Teluk Wondama
# Kota Sorong