Kamis, 12 Mei 2016

Mengenal Ikan Hias Variatus Platy

Pertanianku – Variatus platy (Xiphophorus variatus) merupakan spesies ikan hias air tawar. Ikan ini populer dalam perdagangan akuarium karena peternakan produktif, seperti hibrida dengan anggota lain dari genusnya, terutama platy fish selatan.
Mengenal Ikan Hias Variatus platy
Mengenal Ikan Hias Variatus platyVariatus platy tumbuh dengan panjang keseluruhan maksimal 7 cm. Di alam liar, ikan ini memiliki warna zaitun dalam warna dengan marmer hitam atau bintik-bintik pada sisi batang ekor. Ikan jantan besar menunjukkan bercak kehitaman pada sirip punggung.
Ikan ini adalah endemik lereng Atlantik Meksiko dari Tamaulipas selatan ke Veracruz utara. Spesies ini juga telah diperkenalkan dan di sejumlah daerah lokal di Amerika Serikat. Ikan ini telah menyebar ke sejumlah negara lain di luar jangkauan, termasuk Kolombia, Singapura, dan Hong Kong. Habitat ikan termasuk perairan yang bergerak lambat dari saluran bervegetasi, selokan, dan air hangat. Ikan ini adalah jenis ikan omnivora, biasa memakan tanaman dan krustasea kecil, serangga, dan cacing annelida.

3 Obat Jerawat Tradisional yang Paling Ampuh




Obat Jerawat Tradisional

Meskipun sudah banyak produk pengobatan jerawat yang dijual secara bebas, lebih banyak orang nyaman dan lebih percaya menggunakan bahan alami atau bahan tradisional karena dirasa lebih aman dan bebas dari bahan kimia yang mungkin memberikan efek buruk bagi kulit.

Dan diantara banyaknya bahan tradisional yang dipercaya turun temurun sebagai bahan alami yang efektif mengatasi jerawat, berikut 3 bahan alami untuk mengobati jerawat secara tradisional

Mengobati jerawat dengan masker putih telur
Putih telur adalah bahan alami yang efektif untuk mengurangi kelebihan minyak di kulit wajah, mengangkat kotoran dari pori pori serta membasmi bakteri penyebab jerawat.

Untuk mengobati jerawat dengan menggunakan masker putih telur, anda hanya perlu memisahkan bagian putih dan kuning telur dari sebutir telur, kemudian anda kocok bagian putih telurnya saja hingga terlihat berbuih.

Gunakan putih telur tersebut sebagai masker wajah dan diamkan selama minimal 15 menit hingga mengering, kemudian bilas dengan air hangat sampai bersih. Lakukan cara tersebut secara teratur untuk mengatasi jerawat dengan cepat.

Selain hanya menggunakan putih telur, anda dapat mencampurkan dua sendok teh madu dan setengah cangkir jus strawberry ke dalam putih telur kemudian aduk hingga merata untuk anda jadikan masker wajah.

Ramuan tersebut menambah efektifitas masker putih telur untuk mengobati jerawat.

Mengobati jerawat dengan kunyit
Selain putih telur, kunyit juga merupakan bahan tradisional yang dikenal ampuh untuk mengobati jerawat dan menghilangkan bekas jerawat.

Anda dapat membuat masker kunyit dengan cara mencampurkan air perasan jeruk lemon dengan sedikit air ke dalam serbuk kunyit hingga mengental dan berbentuk pasta.

Pasta kunyit tersebut anda oleskan pada jerawat dan bagian wajah yang berjerawat dan diamkan selama 10 sampai 15 menit sebelum anda bersihkan. Jika dilakukan secara teratur, ramuan kunyit akan menghilangkan jerawat yang susah hilang sekalipun, dan menghilangkan bekas jerawat dengan ampuh dan cepat.

Mengobati jerawat dengan cuka sari apel
Untuk membuat cuka apel sendiri, anda membutuhkan minimal satu minggu untuk melakukan fermentasi apel, dengan hasil pengobatan yang tentunya tidak akan mengecewakan. Namun lebih disarankan untuk menggunakan cuka apel yang bisa anda beli dalam bentuk jadi atau sudah berbentuk cuka apel.

Cuka apel tersebut cukup anda oleskan secukupnya pada jerawat di wajah sebanyak 3 kali sehari, dan khasiatnya tidak perlu anda ragukan lagi. Jerawat di wajah anda akan teratasi dan terobati dengan cepat.

Selamat mencoba 3 obat jerawat tradisional paling ampuh di atas.

Rabu, 11 Mei 2016

Sungai Nipah, Budidaya Mutiara

Sungai Nipah, Budidaya Mutiara


Setelah membudidayakan kerang mutiara di Kepulauan Mentawai, kini Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, menjadikan kawasan teluk Sungai Nipah, Pesisir Selatan sebagai areal budidaya kerang mutiara yang baru untuk Sumbar. Malah proses pembudidayaan barang perhiasan bernilai tinggi itu sudah dimulai sejak beberapa bulan belakangan. Hingga kini prosesnya masih berlangsung.
Pola yang digunakan masih sama dengan Mentawai. Melalui keramba-keramba hingga menghasilkan mutiara berkualitas bagus.
Petugas DKP melakukan uji coba budidaya mutiara tersebut. Diharapkan tahun ini bisa dikembangkan masyarakat dan bisa dikomersilkan. Bibit mutiara yang berasal dari kerang tersebut dibawa dari Mentawai dan juga Mataram. Khusus untuk lokasi Sungai Nipah, jika uji coba itu berhasil baru dikembangkan  ke masyarakat sehingga memberikan nilai tambah untuk masyarakat setempat.
Ditambahkan, sebelum bibit mutiara dimasukkan ke keramba, lebih dulu di uji coba di Balai Informasi Pertanian (BIP) Pesisir Selatan. Dengan harapan kerang-kerang tersebut bisa menghasilkan mutiara-mutiara yang tidak kalah saing dengan mutiara yang ada di Provinsi lain. Pengembangan mutiara melalui keramba  itu dilakukan dengan perawatan khusus, seperti air keramba mesti harus bersih dan tidak berwarna, jauh dari persawahan dan lain sebagainya.
Sejauh ini budidaya mutiara di Indonesia telah menyebar diperairan Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua dan Lampung. Perairan yang tidak dapat digunakan untuk budidaya mutiara hanya perairan di Pulau Jawa.

Lele Asap Diekspor ke Eropa

Lele Asap Diekspor ke Eropa


Pengolahan ikan dilakukan seorang anak muda bernama Irwandi. Berbeda dengan petani ikan lainnya, manajemen yang dibuatnya, lele diolah dengan gaya sendiri. Pengolahan lele asap nilainya 5 kali lipat lebih mahal. Jika satu kilogram lele asap, dihargai Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu. Jika dijual segar, lele hanya Rp 16 ribu perkilo, sebut irwandi.
Lokasi kolam itu sendiri tidak jauh dari Pantai Pasie Kandang. Kira-kira 100 meter. Di sini banyak ikan tangkapan nelayan secara tradisional yang diperjualbelikan. Namun Irwandi memilih usaha ikan air tawar. Menurutnya dengan usaha itu akan lebih menguntungkan dan jelas.
Untuk membuat lele asap tidaklah sulit. Lele umur tiga bulan adalah paling pas. Setelah lele segar ini dibelah dan dibersihkan, lantas dipanaskan di perapian selama lebih kurang satu jam.
Tanpa bumbu, agar menghasilkan lele yang tawar. Pemanasan ini menggunakan api dari kayu bakar, dengan besaran api sedang. Selama dipanaskan, jangan lupa untuk sesekali  membalikkan lele, agar keringnya merata.
Proses selanjutnya, lele dimasukkan ke oven untuk pengasapan dan pengeringan selama lebih kurang 4 hingga 5 jam. Proses ini untuk menghasilkan lele asap yang kering dan gurih.
Meski cara ini terbilang baaru, tapi peminatnya tidak hanya di Padang dan Sumbar saja. Tak sedikit permintaan dari luar negeri. Belakangan saja Irwandi kesulitan untuk memenuhi permintaan tersebut. Saat ini lele asap Irwandi sudah menembus pasar internasional, Eropa, Timur  Tengah hingga Afrika.
“Karena banyak permintaan kita juga menerima lele dari masyarakat sini, bahkan klam di sini tidak hanya punya saya sendiri ada juga punya orang lain dengan system kerjasama,”ujar Irwandi.
Untuk itu, dirinya juga tidak pelit dengan ilmu pengelolaan itu. Dirinya siap saja menerima sejumlah petani ikan untuk belajar. Tak jarang tempatnya dijadikan pelatihan sejumlah lembaga. Seperti Dinas Kelautan dan Perikanan Padang. Selain itu pria yang menjadi pegurus Perhimpunan Petani Nelayan Seluruh Indonesia (PPNSI) ini juga siap bekerjasama dengan pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan petani ikan.

Antisipasi Punahnya Populasi Bilih

Antisipasi Punahnya Populasi Bilih, DKP Sumbar Ajak Nelayan Bikin Keramba Jaring Apung

Mengantisipasi punahnya populasi bilih di Danau Singkarak, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar mengajak para nelayan di salingka danau beralih menjadi pembudidaya ikan keramba. Apalagi sejak satu tahun terkhir, hama gamis yang menghancurkan ikan-ikan di keramba sudah dapat diatasi.
Bila Bilih terus menerus diambil dikhawatirkan populasinya terus menurun dan akhirnya punah. Padahal, Bilih merupakan salah satu ikan khas Sumbar yang sudah sangat terkenal sampai belahan dunia. “Jangan sampai ikan ini bernasib sama seperti ikan Semah di Jambi dan ikan Terumbuk di Riau yang kini populasinya sudah punah, “ujar Kepala DKP Sumbar, Yosmeri.
Untuk tahap awal, para nelayan penjala dan penjaring ikan dapat menghentikan  satu atau dua hari aktifitasnya menjala atau menjaring bilih dengan keramba. “Kalau langsung berhenti mungkin mereka tidak mau. Makanya, kami sarankan untuk satu atau dua hari dapat berhenti menjala atau menjaring dan beralih memelihara ikan keramba,” ajak Yosmeri.
DKP Sumbar telah melakukan berbagai upaya selain kini menggalakkan usaha keramba. Salah satunya dengan meminta masyarakat menggunakan jarring yang lebih besar, sehingga bilih-bilih dalam ukuran kecil tidak ikut terjaring. Saat ini, berdasarkan informasi dari tokoh masyarakat dan beberapa penjala ikan bilih di Sampur, Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar, disana terdapat sedikitnya 200 orang penjala ikan, dan belum termasuk di bagian danau lainnya. Mereka bekerja selama 24 jam dengan pembagian tiga shift, pagi, sore dan malam.
Selain  untuk menjaga populasi ikan bilih, usaha KJA diharapkan juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat sekaligus membantu program pemerintah dalam upaya meningkatkan konsumsi ikan di daerah ini serta peningkatan target produk ikan budidaya.
KJA yang dibuat di dua nagari, Muaro Pingai dan Singkarak merupakan bantuan dari dana APBN dan APBD pada Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar. KJA tersebut berjumlah 13 unit dengan masing-masing unit terdiri atas empat lobang dapat menampung 1.500 ekor ikan yang dapat dipanen setiap tiga bulan sekali dengan jumlah pakan mencapai 1.150 kg/3 bulan tersebut.http://ichastore.com/

BUDIDAYA KERAPU DI SIKAKAP, INVESTASI BISNIS YANG MENGUNTUNGKAN

BUDIDAYA KERAPU DI SIKAKAP, INVESTASI BISNIS YANG MENGUNTUNGKAN

http://ichastore.com/Sikakap (8/03/2016), Bertambahnya pupulasi manusia di dunia dan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi ikan membuat usaha budidaya ikan memiliki prospek yang cerah. Selama manusia masih gemar makan ikan, bisnis perikanan merupakan bisnis yang tidak akan ada matinya.
Kepulauan mentawai memiliki potensi perairan yang luas dan potensi budidaya ikan kerapu yang sangat bagus. Pengembangan budidaya kerapu di kepulauan mentawai yeng dilakukan oleh hatcheri Sikakap yang merupakan pelaksana teknis Dinas Perikanan Kabupaten kepulauan mentawai. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat melalui Balai Besar Budidaya Air Laut Teluk Buo berkomitmen mendukung aktivitas budidaya kerapu air laut di Sikakap.
Bisnis budidaya ikan kerapu (epinephelus sp) cukup menjanjikan. Usaha ini cukup membantu pembudidaya yang fokus pembenihan maupun pembesaran. Permintaan pasar ikan kerapu, baik dalam negeri maupun luar negeri cenderung meningkat setiap tahunnya. Dengan demikian, budidaya kerapu dapat dijadikan salah satu peluang bisnis yang sangat potensial.

PENGEMBANGAN BUDIDAYA LELE SISTEM BIOFLOK

PENGEMBANGAN BUDIDAYA LELE SISTEM BIOFLOK

Tanggal post: 14-03-2016, Jam 14:42 WIB | User: Budidaya

Budidaya ikan lele system bioflok adalah budidaya ikan yang menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi mengubah limbah budidaya seperti sisa pakan dan kotoran ikan menjadi gumpalan-gumpalan kecil (floc) sehingga menjadi makanan alami bagi ikan. Penumbuhan mikroorganisme dipicu dengan cara memberikan kultur bakteri non phatogen (probiotik) yang bisa berupa minyak tepung ikan yang difermentasi dengan molase(tetes tebu).  Budidaya ini membutuhkan mesin aerator yang memasok siskulasi oksigen, jadi ketersediaan listrik sangat menentukan keberhasilan system budidaya bioflok.
Sistem budidaya ini dimaksudkan untuk menghemat lahan, hemat air, hemat pakan dan padat tebar tinggi  pada budidaya lele biasa padat tebar sekitar 100 ekor per meter persegi sedangkan untuk system bioflok dalam 1 meter kubik air pada tebar bisa 500 – 600 ekor.
Pada tahun 2015 Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melalui Balai Budidaya Air Tawar (BBAT) Jambi  melaksanakan percontohan budidaya system bioflok ini di Sumatera Barat pada dua lokasi yaitu Kota Padang dan Kabupaten Dharmasraya.
Pada tanggal 2 Maret 2016 dilaksanakan panen perdana percontohan lele bioflok yang di Kota Padang yaitu pada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan Dapur Lele) yang diketuai oleh Sdr. Rahmat.  Panen dilakukan untuk dua kolam bulat dengan diameter 2 meter yang dibuat dari bahan fiber glass.  Dimana pada awalnya ikan ditebar sebanyak 2500 ekor, ukuran panjang 6-7 cm per ekor, setelah dilakukan sortir ikan menjadi 2000 ekor, dan setelah 90 hari dilakukan panen dengan hasil sebanyak 215 kilogram, ukuran 5 -6 ekor per kilogram, dan menghabiskan pakan sebanyak 150 kilogram, dengan demikian penggunaan pakan cukup efisien, dengan budidaya biasa untuk 1 kilogram ikan lele dibutuhkan pakan 1 kilogram (1 :1) tetapi dengan system bioflok 1 kilogram ikan lele hanya membutuhkan pakan 700 gram (1 : 0.7).http://ichastore.com/