
Pengolahan ikan dilakukan seorang anak muda bernama Irwandi. Berbeda dengan petani ikan lainnya, manajemen yang dibuatnya, lele diolah dengan gaya sendiri. Pengolahan lele asap nilainya 5 kali lipat lebih mahal. Jika satu kilogram lele asap, dihargai Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu. Jika dijual segar, lele hanya Rp 16 ribu perkilo, sebut irwandi.
Lokasi kolam itu sendiri tidak jauh dari Pantai Pasie Kandang. Kira-kira 100 meter. Di sini banyak ikan tangkapan nelayan secara tradisional yang diperjualbelikan. Namun Irwandi memilih usaha ikan air tawar. Menurutnya dengan usaha itu akan lebih menguntungkan dan jelas.
Untuk membuat lele asap tidaklah sulit. Lele umur tiga bulan adalah paling pas. Setelah lele segar ini dibelah dan dibersihkan, lantas dipanaskan di perapian selama lebih kurang satu jam.
Tanpa bumbu, agar menghasilkan lele yang tawar. Pemanasan ini menggunakan api dari kayu bakar, dengan besaran api sedang. Selama dipanaskan, jangan lupa untuk sesekali membalikkan lele, agar keringnya merata.
Proses selanjutnya, lele dimasukkan ke oven untuk pengasapan dan pengeringan selama lebih kurang 4 hingga 5 jam. Proses ini untuk menghasilkan lele asap yang kering dan gurih.
Meski cara ini terbilang baaru, tapi peminatnya tidak hanya di Padang dan Sumbar saja. Tak sedikit permintaan dari luar negeri. Belakangan saja Irwandi kesulitan untuk memenuhi permintaan tersebut. Saat ini lele asap Irwandi sudah menembus pasar internasional, Eropa, Timur Tengah hingga Afrika.
“Karena banyak permintaan kita juga menerima lele dari masyarakat sini, bahkan klam di sini tidak hanya punya saya sendiri ada juga punya orang lain dengan system kerjasama,â€ujar Irwandi.
Untuk itu, dirinya juga tidak pelit dengan ilmu pengelolaan itu. Dirinya siap saja menerima sejumlah petani ikan untuk belajar. Tak jarang tempatnya dijadikan pelatihan sejumlah lembaga. Seperti Dinas Kelautan dan Perikanan Padang. Selain itu pria yang menjadi pegurus Perhimpunan Petani Nelayan Seluruh Indonesia (PPNSI) ini juga siap bekerjasama dengan pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan petani ikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar